Dari Teori ke Praktik: Aksi Nyata Mahasiswa STIKES Pemkab Jombang Jaga Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

Tidak hanya sebatas mempelajari teori di dalam kelas, pemahaman tentang kesehatan lingkungan membutuhkan observasi dan praktik langsung di lapangan. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan STIKES Pemkab Jombang telah sukses melaksanakan kegiatan Field Trip edukatif pada tanggal 20 November 2025.

Kegiatan yang merupakan bagian dari pemenuhan capaian pembelajaran Mata Kuliah Kesehatan Lingkungan ini didampingi langsung oleh dosen pengampu, Ibu Erika Agung M., S.ST., M.Kes. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membawa mahasiswa melihat lebih dekat bagaimana penerapan ilmu kesehatan lingkungan dalam skala kehidupan nyata, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pada Field Trip kali ini, rombongan mahasiswa berkunjung ke Unit Pengelolaan Limbah RS Kristen Mojowarno. Di sana, dengan didampingi oleh tim ahli dari RSK Mojowarno yang bertanggung jawab di bidang pengelolaan lingkungan dan limbah rumah sakit, mahasiswa diajak untuk melakukan observasi mendalam. Mereka memantau secara langsung alur pengelolaan limbah medis dan non-medis yang aman, serta mempelajari cara kerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Selain berfokus pada aspek teknis lingkungan, mahasiswa juga menunjukkan aksi nyata dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa turun langsung memberikan penyuluhan kesehatan yang interaktif kepada para pasien, keluarga pasien, dan pengunjung rumah sakit. Edukasi yang diberikan mencakup langkah-langkah cuci tangan yang benar sesuai standar kesehatan, serta sosialisasi mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis klasifikasi limbah.

Melalui kegiatan komprehensif ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga dalam menjembatani teori akademis dengan realita praktik di lapangan. Lebih dari itu, mereka juga mengasah kemampuan soft skill seperti komunikasi publik, teknik edukasi kesehatan, dan empati sosial.

Semoga kegiatan positif ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi peningkatan kompetensi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan profesional, maupun dalam meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.